15 akademisi internasional bahas perdamaian global di Untag Surabaya
18 April 2026

15 akademisi internasional bahas perdamaian global di Untag Surabaya

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 15 akademisi internasional membahas isu perdamaian global dalam Eurasia International Lecture di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa, melalui forum lintas budaya guna membentuk karakter generasi muda cinta damai.

“Kami mengangkat tema besar perdamaian dunia. Bagaimana menjaga perdamaian itu dengan menggerakkan dan mendidik generasi muda agar memiliki kontribusi nyata,” ujar Ketua Panitia Kuliah Tamu Eurasia International Lecture sekaligus dosen Untag Surabaya Cuk Yuana di Surabaya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari hibah Eurasia Foundation yang ditujukan bagi mahasiswa lintas bidang ilmu.

Pada 2026, Untag kembali memperoleh hibah dengan dukungan lebih besar sehingga menghadirkan 15 pemateri dari berbagai negara dan perguruan tinggi.

Para pemateri berasal dari Kamboja, Jepang, dan Korea, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Udayana Denpasar, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya. Sebanyak dua pemateri lainnya merupakan dosen internal Untag Sutabaya.

Menurut Cuk Yuana, tujuan utama kegiatan tersebut memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa sekaligus membentuk karakter generasi muda sebagai penerus bangsa dan dunia.

“Mahasiswa adalah generasi penerus. Kalau tidak dimulai dari generasi muda, siapa lagi yang akan memikirkan perdamaian dunia,” katanya.

Ia menambahkan di Indonesia hanya beberapa perguruan tinggi yang memperoleh hibah penyelenggaraan kuliah umum dari Eurasia Foundation, di antaranya Universitas Makassar dan Untag. Program serupa selanjutnya akan digelar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta.

Ia menilai situasi global saat ini menunjukkan kerentanan tinggi terhadap konflik, mulai dari perang di Ukraina, konflik di Jalur Gaza, hingga serangan Amerika terhadap Iran.

“Fenomena global saat ini sangat rawan. Pemerintah memang telah memberikan bantuan, tidak hanya materiil tetapi juga militer. Namun itu saja tidak cukup. Pemikiran generasi muda juga sangat dibutuhkan dalam menjaga perdamaian,” katanya.

Ia menegaskan perdamaian harus menjadi katalisator yang menggerakkan kolaborasi lintas bangsa dan budaya melalui forum akademik, sehingga mahasiswa mampu berkontribusi membangun gagasan dan solusi bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.


Sumber: 15 akademisi internasional bahas perdamaian global di Untag Surabaya - ANTARA News

back top