Gelar Penggelaran Sarjana Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Luluskan 37 Mahasiswa
08 April 2026

Gelar Penggelaran Sarjana Sastra, Fakultas Ilmu Budaya Luluskan 37 Mahasiswa

Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Penggelaran Sarjana Sastra pada Jumat, 13 Februari 2026 di Ruang Rapat Gedung Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani lantai dua. Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 calon wisudawan yang berasal dari dua Program Studi (Prodi), yakni 25 mahasiswa Prodi Sastra Inggris dan 12 mahasiswa Prodi Sastra Jepang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., yang menekankan pentingnya sikap profesional dan integritas bagi para lulusan “Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang didapatkan selama kuliah. Jagalah nama baik almamater, milikilah integritas, dan tetap rendah hati. Berikanlah dampak nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keterangan Lulus oleh Novi Andari, S.S., M.Pd. Para mahasiswa dipanggil satu per satu untuk menerima Surat Keterangan Lulus sebagai penanda resmi selesainya masa studi mereka di Fakultas Ilmu Budaya. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh rasa haru, mencerminkan kebanggaan sekaligus rasa syukur para calon wisudawan atas pencapaian yang telah diraih.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Ilmu Budaya juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang membanggakan. Penghargaan tersebut diraih oleh Muhammad Loverio Aribawan, S.S., dari Prodi Sastra Inggris yang berhasil mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,89 dengan masa studi tujuh semester.

Dalam penyampaian kesan dan pesannya, Loverio mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “IPK yang saya raih saat ini bukanlah hasil kerja keras pribadi, melainkan berkat doa orang-orang tercinta, bimbingan para dosen, dan dukungan teman-teman. Semoga gelar yang kita raih hari ini bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan dan simbol tanggung jawab baru,” ujarnya.

Suasana semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai penutup rangkaian acara. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar para lulusan senantiasa diberikan kelancaran dalam menapaki jenjang karier maupun studi selanjutnya.

Salah satu tradisi khas Fakultas Ilmu Budaya yang turut mewarnai kegiatan ini adalah momen ketika para calon wisudawan menyalami dosen dan tenaga kependidikan satu per satu. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, rasa terima kasih, serta ikatan kekeluargaan yang erat antara sivitas akademika. Melalui prosesi ini, Fakultas Ilmu Budaya berharap para lulusan tidak hanya membawa bekal akademik, tetapi juga nilai-nilai karakter dan humanisme yang kuat untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (ra)

back top