Fakultas
Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Penggelaran
Sarjana Sastra pada Jumat, 13 Februari 2026 di Ruang Rapat Gedung Prof. Dr. H.
Roeslan Abdulgani lantai dua. Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 calon wisudawan
yang berasal dari dua Program Studi (Prodi), yakni 25 mahasiswa Prodi Sastra
Inggris dan 12 mahasiswa Prodi Sastra Jepang.
Acara
dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Pariyanto, M.Ed.,
yang menekankan pentingnya sikap profesional dan integritas bagi para lulusan
“Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang didapatkan selama kuliah. Jagalah
nama baik almamater, milikilah integritas, dan tetap rendah hati. Berikanlah
dampak nyata bagi masyarakat,” pesannya.
Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keterangan Lulus oleh Novi Andari,
S.S., M.Pd. Para mahasiswa dipanggil satu per satu untuk menerima Surat
Keterangan Lulus sebagai penanda resmi selesainya masa studi mereka di Fakultas
Ilmu Budaya. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh rasa haru, mencerminkan
kebanggaan sekaligus rasa syukur para calon wisudawan atas pencapaian yang
telah diraih.
Pada
kesempatan yang sama, Fakultas Ilmu Budaya juga memberikan penghargaan kepada
lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang
membanggakan. Penghargaan tersebut diraih oleh Muhammad Loverio Aribawan, S.S.,
dari Prodi Sastra Inggris yang berhasil mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif
(IPK) tertinggi sebesar 3,89 dengan masa studi tujuh semester.
Dalam
penyampaian kesan dan pesannya, Loverio mengungkapkan rasa syukur atas
pencapaian tersebut. “IPK yang saya raih saat ini bukanlah hasil kerja keras
pribadi, melainkan berkat doa orang-orang tercinta, bimbingan para dosen, dan
dukungan teman-teman. Semoga gelar yang kita raih hari ini bukanlah akhir,
melainkan awal perjuangan dan simbol tanggung jawab baru,” ujarnya.
Suasana
semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai penutup
rangkaian acara. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus
harapan agar para lulusan senantiasa diberikan kelancaran dalam menapaki
jenjang karier maupun studi selanjutnya.
Salah
satu tradisi khas Fakultas Ilmu Budaya yang turut mewarnai kegiatan ini adalah
momen ketika para calon wisudawan menyalami dosen dan tenaga kependidikan satu
per satu. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, rasa terima kasih, serta
ikatan kekeluargaan yang erat antara sivitas akademika. Melalui prosesi ini,
Fakultas Ilmu Budaya berharap para lulusan tidak hanya membawa bekal akademik,
tetapi juga nilai-nilai karakter dan humanisme yang kuat untuk berkontribusi
secara positif di tengah masyarakat. (ra)