Program Studi Sastra Jepang (Sasjep) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Seminar Internship ke Jepang pada Kamis, 23 Oktober 2025, bertempat di Gedung R. Ing Soekonjono lantai enam. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Prodi Sastra Jepang, tetapi juga oleh siswa dari berbagai sekolah, seperti SMK Kristen Petra, SMA Giki 3, dan SMA IPIEMS. Kehadiran peserta dari beragam institusi tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap peluang kerja dan program magang di Jepang.
Narasumber pertama, Dra. Endang Poerbowati, M.Pd., dosen Prodi Sastra Jepang, memaparkan secara jelas kunci sukses beradaptasi di lingkungan kerja Jepang, yakni memahami budaya kerjanya. Ia menekankan bahwa masyarakat Jepang sangat menghargai waktu; datang tepat waktu, bahkan lebih awal, dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada rekan kerja dan perusahaan. Menurutnya, keterlambatan sekecil apa pun kerap dipandang sebagai sikap tidak profesional.
Dra. Endang juga menjelaskan bahwa struktur organisasi di Jepang sangat dipengaruhi oleh budaya senioritas dan hierarki. Para karyawan muda diharapkan menunjukkan rasa hormat kepada senpai dan atasan. Ia menegaskan bahwa untuk dapat bertahan di Jepang, seseorang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya kerja mereka.
Selain itu, Dra. Endang mendorong peserta untuk terus belajar bahasa Jepang. Ia menyampaikan bahwa meskipun banyak perusahaan internasional, kemampuan berbahasa Jepang tetap menjadi nilai tambah penting. Bahasa, menurutnya, bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga wujud penghargaan terhadap budaya setempat. Bahkan pemahaman dasar sekalipun dapat memberikan kesan positif.
Sesi kedua menghadirkan perwakilan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Perwita, yaitu Edo Wibowo dan Eko Bagus Iswahyudi, yang memberikan peringatan mengenai potensi risiko dalam proses pemberangkatan ke Jepang. Edo Wibowo menegaskan bahwa peserta harus berhati-hati dalam memilih LPK. Ia mengingatkan bahwa salah memilih lembaga dapat menimbulkan risiko besar, terutama bagi calon pekerja yang ingin berkarier di Jepang.
Edo membeberkan modus-modus penipuan yang kerap terjadi. "Beberapa LPK tidak resmi memanfaatkan calon pekerja dengan meminta biaya tinggi tanpa penjelasan. Ada yang menjanjikan keberangkatan cepat, tapi setelah uang dibayar, ternyata tidak ada keberangkatan sama sekali,: ungkapnya.
Untuk melindungi diri, Edo memberikan sejumlah tips penting: "Pastikan LPK terdaftar di Kembaker atau BP2MI, periksan izin operasional dan mitra resminya, tanyakan rincian biaya dan kontrak secara tertulis, cek rekam jejak alumninya," pungkas Edo.
Seminar ini merupakan wujud nyata komitmen Program Studi Sastra Jepang Untag SUrabaya dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan berintegritas. Dengan bekal pemahaman budaya kerja dan kesadaran akan risiko, diharapkan mahasiswa dan peserta didik mampu meraih peluang karies internasional di Jepang secara aman dan profesional.