Surabaya, 2 Desember 2025 — Pusat Layanan Bahasa Fakultas
Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan
kunjungan benchmarking ke Unit Pusat Bahasa Global atau Global Language Center
(GLC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan ini
bertujuan memperkuat tata kelola layanan kebahasaan sekaligus menjajaki peluang
kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan layanan bahasa yang
profesional dan berstandar global.
Rombongan Untag Surabaya dipimpin langsung oleh Dekan
Fakultas Ilmu Budaya, Assoc. Prof. Dr. Pariyanto, M.Ed., didampingi oleh Kepala
Pusat Layanan Bahasa, Dona Rahayu Sugiharti, S.S., M.Hum., serta Ketua Gugus
Penjaminan Mutu FIB, Novi Andari, S.S., M.Pd.. Kehadiran tim FIB Untag Surabaya
disambut hangat oleh Cahyani Satiya Pratiwi, S.S., Kepala Global Language
Center ITS Surabaya, beserta tim UPBG/GLC.
Dalam sambutannya, Dr. Pariyanto menegaskan bahwa
benchmarking ini diadakan sebagai upaya memperkaya perspektif dan meningkatkan
kualitas manajemen layanan kebahasaan. “Kegiatan benchmarking ini bertujuan
untuk mempelajari tata kelola layanan kebahasaan dan saling berbagi praktik
baik oleh masing-masing lembaga, baik oleh Global Language Center ITS Surabaya
maupun oleh Pusat Layanan Bahasa Untag Surabaya,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung produktif dengan pembahasan yang
mencakup tata kelola program bahasa, mekanisme layanan, strategi peningkatan
kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan masyarakat, serta peluang integrasi
layanan kebahasaan dengan kebutuhan dunia industri. Di bawah arahan Yani—sapaan
akrab Cahyani Satiya Pratiwi—GLC ITS menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan
stakeholder sebagai langkah awal dalam merancang layanan yang relevan dan
berdampak.
Yani juga menyoroti perlunya dukungan pimpinan dalam bentuk
kebijakan kebahasaan yang jelas, termasuk persyaratan kemampuan bahasa
internasional bagi mahasiswa selama studi maupun sebagai syarat kelulusan.
“Identifikasi kebutuhan stakeholder dan dukungan kebijakan akan membantu
menjamin lulusan memiliki keterampilan bahasa yang kompetitif di tingkat
global,” terangnya.
Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan tukar-menukar informasi program, diskusi rencana tindak lanjut, serta harapan terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga. FIB Untag Surabaya berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme layanan kebahasaan di lingkungan kampus.