Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali
menggelar Untag Surabaya National Cultural Competition (UNCC) 2025 pada Kamis, (27/11)
di Auditorium Lt. 6 Gedung R. Ing. Soekonjono. Penyelenggaraan ini bukan
sekadar kompetisi seni, melainkan wujud konsistensi Untag Surabaya dalam
menjaga napas kebudayaan Indonesia, khususnya musik keroncong, agar tetap
hidup, relevan, dan dicintai lintas generasi.
Sebagai agenda tahunan yang sudah dirancang berkelanjutan,
UNCC menghadirkan ruang kreatif bagi musisi dari berbagai daerah. Tahun ini,
antusiasme yang tercatat menunjukkan bahwa kecintaan terhadap musik tradisional
masih tumbuh kuat. Sebanyak 21 tim dengan total 157 peserta turut berpartisipasi
melalui pengiriman video di YouTube. Setelah proses kurasi, 9 tim dengan 73
peserta terpilih untuk melangkah ke babak final dan tampil langsung di Untag
Surabaya.
Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M.,
CMA, CPA. menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari
jati diri Kampus Merah Putih. “Alhamdulillah hari ini kita kembali mengadakan
lomba keroncong nasional untuk kedua kalinya. Sebagai kampus nasionalis yang
menguri-uri budaya Indonesia, Untag Surabaya ingin memastikan bahwa generasi
muda tidak melupakan jati dirinya. Karena itu, kompetisi ini akan kami
selenggarakan setiap tahun,” ungkap Prof. Nugroho.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana UNCC 2025 -
Puteri Nur Diana Sari Choirudin, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang
sebagai jembatan yang menghubungkan lintas generasi dengan akar budaya mereka.
“Tujuannya adalah membumikan kebudayaan agar lintas budaya dan bahkan generasi
muda ini tidak jauh atau hilang dari akar budayanya. Karena itu kami ingin UNCC
menjadi agenda tahunan,” ujarnya. Puteri berharap kegiatan ini dapat membuka
pemahaman publik bahwa karya musik Indonesia memiliki nilai estetika dan
kualitas yang tidak kalah dari musik populer modern. “Semoga masyarakat semakin
terbuka bahwa budaya dan musik Indonesia itu kaya dan indah,” tambahnya.
Pada babak final, deretan talenta terbaik dari penjuru
daerah menampilkan karya terbaik mereka.
Kategori Mahasiswa:
Kategori SMA/SMK Sederajat:
Kategori Umum:
Penghargaan khusus diberikan kepada Djani Pirata (Universitas
Negeri Surabaya) sebagai Best Vokal dan Saka Asta (Semarang) sebagai Best
Aransemen.
Perwakilan Orkestra Batara Kresna dari ISI Yogyakarta -
Hiskia sekaligus juara pertama kategori mahasiswa, mengungkapkan rasa syukur
dan antusiasme atas kemenangan tersebut. “Sangat bersyukur dan senang. Terima
kasih kepada Untag Surabaya yang sudah mempersiapkan event ini dengan sangat
baik. Semoga bisa terus diadakan rutin setiap tahun karena kompetisi ini
bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya. Ia juga menitipkan pesan bagi generasi
muda agar tidak jauh dari akar seni bangsanya. “Jangan pernah meninggalkan
budaya kita sendiri.”
Melalui UNCC 2025, Untag Surabaya kembali menegaskan
perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga
pada pelestarian nilai-nilai kebangsaan. Musik keroncong bukan sekadar warisan,
tetapi identitas budaya yang layak dirawat bersama. (wf/oy)
https://untag-sby.ac.id/web/beritadetail/kembali-gelar-uncc-2025-untag-surabaya-tegaskan-peran-kampus-dalam-melestarikan-warisan-budaya-indonesia.html