18 November 2025
150 Kampus Bahas Literasi Global saat Konferensi Internasional ICONESIA di Untag Surabaya
Ringkasan Berita:
- International Conference on English Studies in Indonesia (ICONESIA) 2025 yang mengangkat tema “English Studies in the Era of Globalization”, digelar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (28/10/2025).
- Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat belajar, berpikir kritis, dan berkompetisi secara global anak muda Indonesia
- ICONESIA 2025 juga menghadirkan pemateri dari berbagai negara seperti Filipina, Australia, Romania, Malaysia, dan Indonesia.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya
menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on English Studies in Indonesia
(ICONESIA) 2025 yang mengangkat tema “English Studies in the Era of Globalization”, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ini diharapkan menjadi momen penting
untuk menumbuhkan semangat belajar, berpikir kritis, dan berkompetisi secara global di kalangan anak
muda Indonesia.
Lebih dari 150 program studi Bahasa Inggris dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi
dalam ajang ilmiah ini.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya, Pariyanto menjelaskan, konferensi ini menjadi wadah
penting bagi akademisi dan mahasiswa untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian terkait linguistik,
sastra, budaya, serta pendidikan bahasa Inggris.
“Tujuannya adalah untuk menjadi forum diskusi dan berbagi ide terkait penelitian linguistik, sastra,
budaya, dan pendidikan Inggris. Dengan kegiatan ini, diharapkan muncul pemikiran-pemikiran baru yang
bisa mendorong mahasiswa S1, S2, dan S3 agar lebih aktif melakukan kajian dan eksplorasi,” ujar
Pariyanto.
Ia menambahkan, hasil penelitian yang dibahas dalam konferensi ini diharapkan dapat memberikan
dampak terhadap kebijakan publik, terutama dalam bidang kebijakan bahasa dan kurikulum pendidikan
“Misalnya, dalam konteks kebijakan bahasa di ruang publik, apakah cukup menggunakan bahasa
Indonesia saja di tempat wisata, atau perlu juga bahasa asing seperti Inggris atau Jepang, sesuai dengan
banyaknya wisatawan yang datang,” lanjutnya.
ICONESIA 2025 juga menghadirkan pemateri dari berbagai negara seperti Filipina, Australia, Romania,
Malaysia, dan Indonesia. Para pakar internasional ini memberikan perspektif global yang memperkaya
wawasan peserta.
Salah satunya Varelya Anastasia, mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Bangka Belitung, mengaku
mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Dari konferensi ini kami dapat banyak insight dari para profesor. Kami juga bisa memperkenalkan karya
ilmiah kami lewat sesi presentasi. Sangat memotivasi melihat bagaimana para akademisi memaparkan
riset mereka dengan luar biasa,” ujarnya.