Untag Surabaya Mewisuda 1520 Lulusan, Rhenald Kasali: Pentingnya Mentalitas Tangguh
Senin, 17 Maret 2025 - 12:53:50 WIBDibaca: 22 kali
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengukuhkan sebanyak 1.520 lulusan dari berbagai jenjang pada wisuda ke-130 dengan mengangkat tema “Tangguh Patriotku, Gemilang Indonesiaku” Sabtu (22/2/2025).
Pada momen sakral tersebut Kampus Merah Putih ini ingin menegaskan pentingnya inovasi dan kesiapan menghadapi perubahan di era disrupsi sehingga dengan semangat ketangguhan dan kesiapan menghadapi masa depan, para wisudawan Untag Surabaya diajak untuk lebih siap melangkah ke dunia nyata, membawa ilmu dan nilai yang mereka peroleh untuk membangun bangsa dan negara.
Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA, dalam pidatonya menekankan bahwa lulusan Untag harus memiliki mental pejuang dan siap menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
“Dunia saat ini penuh dengan perubahan cepat dan tak terduga. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah bagian dari solusi yang membawa manfaat bagi bangsa,” katanya.
Ia juga menyoroti langkah Untag dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era digital dengan membuka program studi baru seperti Kedokteran, Profesi Dokter, dan Artificial Intelligence & Robotics (AIRO).
“Kami terus berusaha memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Menutup acara wisuda, Prof Mulyanto mengingatkan para wisudawan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi negeri.
“Jadilah patriot yang membawa perubahan, menerangi sekelilingnya, dan membanggakan Indonesia,” pesannya.
Untuk lebih menekankan tema prosesi wisuda periode 1 di tahun 2025 ini, turut mengundang Akademisi dan praktisi bisnis, Prof Rhenald Kasali PhD untuk menyampaikan orasi ilmiah.
Prof Rhenald Kasali menekankan pentingnya mentalitas tangguh yang harus dimiliki wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk menghadapi dunia kerja.
“Hari ini kita hidup di dunia yang sangat berbeda. Pemimpin harus memiliki keberanian dan visi yang kuat. Efisiensi terjadi di seluruh dunia, mulai dari Inggris, Jerman, hingga China dan Singapura,” katanya.
Rhenald Kasali juga mengkritik mentalitas “kabur aja dulu” yang menurutnya sering menjadi penghambat kesuksesan anak muda.
“Generasi muda harus diberi ruang untuk berkembang. Jika mereka tidak mendapat peluang di dalam negeri dan memilih bekerja di luar negeri, jangan disalahkan. Dunia kerja saat ini memungkinkan siapa pun bekerja dari mana saja,” ujarnya.
Menurutnya, sepuluh industri saat ini mengalami kemunduran, termasuk otomotif, perbankan, properti, hingga startup digital.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus memperkuat mentalitas, meningkatkan kreativitas, dan memahami cara kerja algoritma digital untuk tetap relevan.
“Kampus jangan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat mental mahasiswa. Ketangguhan tidak bisa diajarkan di kelas, tetapi harus diasah dengan pengalaman nyata,” katanya.
Salah satu metode yang ia terapkan adalah dengan mengajak mahasiswa melakukan perjalanan ke luar negeri dengan dana terbatas agar mereka belajar bertahan dan beradaptasi.
Rhenald Kasali juga mengingatkan bahwa generasi muda harus mendapat kesempatan berkolaborasi dengan generasi sebelumnya.
“Banyak perusahaan yang enggan menerima Gen Z karena dianggap kurang disiplin. Namun, kita tidak bisa menghindari kehadiran mereka. Mereka harus dilatih mentalnya agar siap menghadapi dunia kerja,” katanya.
Editor : Aris S
Sumber:
Untag Surabaya Mewisuda 1520 Lulusan, Rhenald Kasali: Pentingnya Mentalitas Tangguh