Notice: Undefined index: act in /var/www/html/sastra/media.php on line 18
Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya

Untag Surabaya Kukuhkan 1.520 Wisudawan, Prof. Rhenald Kasali Tekankan Pentingnya Ketangguhan Mental

Senin, 17 Maret 2025 - 12:50:37 WIB
Dibaca: 24 kali

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melangsungkan Sidang Terbuka Wisuda ke-130 Program Sarjana, Magister, dan Doktor Semester Gasal 2024-2025 selama dua hari, mulai 22-23 Februari 2025. 

Pada wisuda kali ini, Untag Surabaya mengusung tema “Tangguh Patriotku, Gemilang Indonesiaku”. Ada 1.520 wisudawan yang dikukuhkan, dan pasca kelulusan ini, mereka diharapkan mampu untuk menghadapi segala perubahan dan tantangan global. 

“Wisudawan harus tangguh dengan segala rintangan. Kita tahu saat ini banyak lapangan pekerjaan yang hilang, tetapi juga akan muncul pekerjaan baru. Sehingga, para wisudawan harus siap menghadapi tantangan dan perubahan,” ujar Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho.

Prof Nugroho juga menyebut bahwa wisuda kali ini menjadi lebih istimewa dengan hadirnya Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Prof. Rhenald Kasali untuk memberikan motivasi kepada para wisudawan Untag Surabaya.

Dalam paparannya, Prof. Rhenald mengatakan bahwa anak-anak muda saat ini perlu diperkuat tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dari segi mental. Sebab, ketangguhan mental menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Menurutnya, ketangguhan harus diasah dengan pengalaman nyata, seperti mengirimkan mereka ke luar negeri dengan dana terbatas. Dengan keterbatasan uang, para anak muda ini akan belajar bagaimana bertahan dan berkembang.

“Ketangguhan ini tidak diajarkan di perguruan tinggi. Kalau saya mengajar mereka, saya suruh ke luar negeri, tapi uangnya sedikit. Kalau pakai uang banyak, orang semua bisa tanpa ketangguhan. Tapi kalau pakai uang sedikit, mereka akan bisa belajar ketangguhan dan sukses,” terangnya.

Prof. Rhenald menambahkan, selain ketangguhan mental, kreativitas juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Generasi muda harus diajarkan berpikir kreatif, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi. Salah satunya belajar algoritma, karena itu merupakan skill masa depan.

“Saat ini, kita sudah mulai berpikir tentang hashtag, waktu tayang, dan clickbait. Semua itu terkait dengan algoritma dan cara kita mempengaruhi pikiran publik,” jelasnya.

Di sisi lain, para senior di dunia kerja juga harus mulai menjembatani gap dengan generasi muda, khususnya Gen Z. Di banyak kantor, masih ada anggapan bahwa Gen Z tidak mampu bekerja penuh waktu, mudah berhenti, dan kurang fokus.

Namun, Prof. Rhenald menegaskan bahwa meskipun ada tantangan, Gen Z tetap perlu dilatih dan dibentuk mentalnya agar siap untuk bekerja dan berkontribusi di dunia profesional. “Kita tidak bisa menghindari Gen Z. Generasi ini harus dilatih mentalnya, harus dibentuk, agar mereka bisa siap bekerja,” tutupnya.

Pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan yang lebih senior sangat ditekankan, karena keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh ketangguhan, kreativitas, dan pemahaman terhadap perkembangan teknologi. [ipl/ian]

 

Sumber:

Untag Surabaya Kukuhkan 1.520 Wisudawan, Prof. Rhenald Kasali Tekankan Pentingnya Ketangguhan Mental